Posted by: calakan | April 13, 2008

milih gak ya? malesnya…

hari ini pilkada jabar, pengennya seh milih tapi males pulang. eh tapi udah ada janji denk sama kk yang baru dtg dari surabaya hari ini, yo wess lah abis ini nonton Pak Onno dolo di metro tv terus baru deh pulang ke kostan mande terus mampir dolo ke kepatihan beli kepiting untuk emak. udah janji dari dulu mo ngasih kepiting tapi lupa terus… maafin saya Mak…

tadinya seh sempet apatis dengan pemilihan-pemilihan seperti ini, sederhana saja entah mengapa seringnya orang-orang tak berkompeten, tukang korupsi yang terpilih dalam pemilihan-pemilihan ini. apa rakyat indonesia begitu bodohnya sampai tidak bisa milih mana yang baik untuk masa depannya? entah… tapi kalau saya golput dan tidak milih, bukannya saya lebih tidak bertanggung jawab dengan itu? mengapa saya membiarkan pemimpin-pemimpin yang korup itu yang terpilih (dengan tidak memberikan suara pada calon yang tidak korup?) ya nggak? dan akhirnya sayapun memutuskan untuk memilih.

oh ya btw, kemaren -kemaren denger ada kecurangan pendataan pemilih dimana satu orang terdaptar sebagai 40 pemilih (suara). ngeri gak situh? fiuuh.. itu baru dari satu desa/tempat pemilihan kebayang aja kalau misalnya ada 1000 desa yang dicurangi? he he he…

oh ya salah satu hal lainnya yang paling saya tidak suka dari pilkada adalah adanya quick count oleh para LSM yang entah untuk kepentingan siapa (masyarakat?) hideng melakukan quick count yang entah apa metode yang digunakan, yang menurut saya kurang valid. misalnya salah satu contoh saja saya pernah membaca sebuah berita yang mengabarkan sebuah quick count dari sampel 250 tempat dari 4000 tps yang ada. menurut saya kurang meyakinkan, di quick count itu gak disebutkan metodenya seperti apa, apa dasarnya pemilihan ke 250 tps itu? apa parameter-parameter yang digunakan? etc2…

gampangnya seh gini deh, kalau misalnya quick count itu dilakukan di tps yang masyarakatnya cenderung memilih satu pilihan katakanlah A, maka hasilnya jelas si A yang akan menang di quick count. over simplifikasi kale yaa… entah juga seh… kadang-kadang terbersit suudzhan untuk para LSM ini, LSM kan kebanyakan dibiayai oleh pihak lain untuk kegiatan sehari-harinya. jangan-jangan ini demi kepentingan sang pemberi dana? apalagi kebanyakan yang memberi dana adalah pihak asing, jangan-jangan demi kepentingan asing…he he he… astagfirullah kok jadi buruk sangka ginih ya? eh gak boleh putnah-pitnah tanpa bukti lho… mudah2an gak ada yang tersinggung ini cuman analisis serampangan dari saya sendiri…

ngomong-ngomong LSM yang dibiayai asing, saya mengacungi jempol apa yang dilakukan oleh presiden rusia Vladimir putin. salah satu hal yang beliau lakukan setelah terpilih, untuk memperbaiki kondisi rusia adalah melarang LSM mendapatkan dana bantuan dari asing (menutup LSM yang didanai pihak asing). hal ini mungkin dimaksudkan untuk menjaga ketenangan masyarakat, bukan kenapa-kenapa seh ada beberapa LSM yang saya lihat memperjuangkan suat paham yang cukup meresahkan dinegeri ini. jadi masyarakat tidak dibiarkan hidup tenang menjalani kesehariannya membangun bangsa ini tapi meributkan hal-hal yang diperjuangkan oleh LSM-LSM gendeng ini… wallahu’alam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: