Posted by: calakan | September 17, 2008

review bubar sbm

Bismillahi awali wal akhiri (soalnya lupa baca bismillah diawal… )

Ok, kemaren tgl 16 september bertepatan dengan 16 ramadhan, sbm ngadain acara buka bareng sama anak-anak yatim dari yayasan istiqamah dari lembang. seperti biasa sebelum acara buka bareng dilakukan ceramah umum oleh ustadz iriyanto something, maaf pak saya lupa nama lengkapnya. 

ok kli ini ceramah dimulai dengan menceritakan sebuah hadist yang kira2 begini isinya :

ntar di yaumil akhir, pada saat persidangan untuk penilaian kelakuan kita didunia yang pertama-tama akan disidang ada 3 golongan manusia. yang pertama adalah golongan orang-orang yang mengaku mati syahid, Allah bertanya kepada mereka ‘wahai fulan, apa yang telah engkau lakukan didunia?’ jawab si fulan ‘ wahai Allah, saya didunia berjuang membela agamaMu, dan saya mati syahid maka dari itu masukanlah saya ke dalam surgaMu’ Allah berkata ‘tidak, kamu bukan berjuang untuk agamaKu (untukKu… lupa lagi euy), kamu berjuang demi nama besar dirimu, kamu ingin dibilang pahlawan oleh orang lain. dan bukankah itu sudah kamu dapatkan? maka dari itu tempatmu adalah di neraka’ .

Kemudian Allah bertanya pada golongan orang yang kedua, yakni orang-orang yang menuntut ilmu agama. Allah bertanya pada mereka ‘ wahai fulan, apa yang telah kamu lakukan di dunia?’ kemudian golongan ini menjawab ‘ wahai Allah, kami di dunia mempelajari ilmu agama demi engkau ya Allah’ kemudian Allah berkata ‘ tidak, kamu mempelajari agama karena kamu ingin dibilang sebagai orang yang shaleh, orang yang pandai dalam ilmu agama. dan bukan kah itu sudah kamu dapatkan? maka dari itu tempatmu adalah di neraka’

Yang terakhir Allah bertanya pada golongan orang-orang kaya yang banyak mendermakan hartanya untuk fakir miskin dan anak-anak yatim. Allah bertanya ‘wahai fulan apa yang telah kamu lakukan di dunia?’ mereka menjawab ‘ wahai Allah kami telah mendermakan banyak harta kami untuk anak yatim piatu, fakir miskin demi Engkau ya Allah’ Allah kemudian berkata ‘tidak, kamu melakukan itu bukan untukKu tapi agar kamu disebut sebagai orang yang dermawan, pemurah maka dari itu tempatmu adalah di neraka’

mmhh… see? berbuat baik saja tidak cukup tapi harus didasari dengan niat yang ikhlas karena Allah. Inna A’malu Bi Niyat, sesungguhnya setiap amalan itu dinilai berdasarkan niatnya. 

tapi mempunyai niat yang ikhlas sungguh sulit dilakukan di dunia ini, apalagi ketika harus mempertimbangkan penilaian manusia. ada satu kisah tentang Luqman al-hakim ketika beliau bersama anaknya melakukan perjalanan dengan membawa seekor keledai. awalnya mereka menaiki bersama-sama keledai itu, kemudian mereka melewati  sekumpulan orang. kemudian  kumpulan orang itu berkata ‘ tega nian mereka,  keledai kok ditunggangi oleh berdua’ akhirnya Luqman al-hakim turun, dan membiarkan anaknya yang menaiki keledai sementara dia menuntun keledainya. tak lama kemudian diapun kembali melewati kumpulan orang. kumpulan orang itu berkata ‘ sungguh tega anak yang tidak tahu di untung, dia membiarkan bapaknya berjalan sementara dia naik keledai’ demi mendengar perkataan ini Luqman pun bertukar posisi dengan anaknya.

kemudian diapun melewati lagi sekumpulan orang yang berbeda, kumpulan itu berkata ‘sungguh tega nian bapaknya membiarkan anaknya menuntun keledai sedangkan dia asik-asik diatas keledai’. akhirnya Luqman dan anaknya berjalan bersama menuntun keledai itu, dan melewati sekumpulan orang yang berbeda. kumpulan orang itu berkata ‘sungguh bodoh kedua orang itu, membawa keledai tapi tidak ditunggangi’. akhirnya Luqman beserta anaknya membopong keledai itu dan melewati lagi sekumpulan orang berbeda dan mereka berkata ‘sungguh gila kedua orang itu’

Luqman pun memberi nasihat pada anaknya ‘ wahai anakku, dunia ini seperti lautan yang luas dan dalam jika engkau tidak hati-hati maka engkau bisa tenggelam didalamnya. maka dari itu jadikanlah taqwa sebagai perahumu, iman sebagai perbekalanmu dan tawakkal sebagai layarnya’

kemudian khatib mengingatkan ada 3 strategi kehidupan agar kita sukses , dan semuanya ada pada surat Al -Insyirah, yang pertama adalah agar kita sukses kita harus optimis seperti Allah berfirman dalam surat Al-Insyirah itu yang berbunyi kira-kira begini redaksinya “sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan”, dan Allah kemudian menegaskan kembali “maka sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. kedua adalah jangan bermalas-malasan, Allah berfirman dalam surat yang sama “Maka apabila kamu telah selesai melakukan sesuatu, maka kerjakanlah hal lainnya dengan sungguh-sungguh” indah ya? dan strategi ketiga dalam menghadapi kehidupan adalah berserah diri pada Allah, yakni “dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap” jadi strategi yang ketiga adalah tawakal sama Allah SWT. 

yang benarnya datang dari Allah, apabila ada kesalahan itu murni kesalahan saya sendiri :
jaa… mata nee


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: