Posted by: calakan | November 13, 2008

akhlak = karakter?

Saya baru saja menamatkan membaca sebuah buku yang berjudul “Integritas : Keberanian Memenuhi Tuntutan Kenyataan” yang di karang oleh Dr. Henry Cloud. Biasanya saya cukup apatis membaca buku-buku personal development, atau buku-buku pengembangan pribadi. Jujur saja, kadang-kadang saya merasa apa yang disampaikan dalam buku-buku pengembangan pribadi adalah sesuatu yang “common sense” , which is kalau kita memang mengikuti suatu nilai-nilai aturan normal kita bisa menjadi pribadi yang baik.

Tapi buku ini sungguh berbeda, dari halaman awal sang penulis sudah menunjukan pandangan yang berbeda dengan kebanyakan nilai-nilai pengembangan diri. Dan membaca buku ini, saya seperti diajak untuk berkaca dengan karakter saya sendiri, mencoba memahami diri sendiri,  bagaimana karakter saya,  bagaimana cara untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan saya dalam hubungan dengan orang lain, hubungan saya dengan pekerjaan, atau dengan cita-cita saya, impian saya.

dan yang membuat saya tertarik adalah sang penulis mengupas tuntas bagaimana menumbuhkan kepribadian seseorang dengan mengupas habis masalah karakter yang berintegritas. dan sang penulis mampu meyakinkan saya (sebagai pembaca) bahwa karakter itu bisa dirubah. karakter yang kita miliki sekarang merupakan bentuk dari respon kita yang kita lakukan dimasa lalu terhadap setiap interaksi yang terjadi. misalnya begini (dalam kasus saya) : pada masa lalu saya sering melarikan diri ketika saya dihadapkan  pada suatu permasalahan, dan tebak karakter saya yang sekarang demikian juga, ketika saya dihadapkan masalah saya sering menghindarinya alih-alih berkonfrontasi dan mencoba memperbaikinya. 

dan kabar baiknya, betapapun apa yang kita lakukan dimasa lalu telah membentuk karakter kita yang sekarang, bukan sesuatu yang mustahil jika kita ingin mengubahnya, kita dapat mengukir kembali karakter kita yang akan datang dengan melakukan hal-hal yang seharusnya kita lakukan atau sebaiknya kita lakukan. dengan begitu kita dapat mengembangkan karakter yang baru untuk masa depan kita. 

dalam buku ini, sang penulis mendefinisikan integritas sebagai karakter yang utuh. dalam islam, karakter yang utuh disebut sebagai insan kamil, insan paripurna. seseorang yang memiliki integritas (karakter utuh) tidak dilihat apakah dia seorang yang extrovert atau introvert, tapi dilihat berdasarkan kemampuannya dalam berinteraksi (hubungan) dan jejak yang ditinggalkannya.

saya jadi ingat sebuah hadist Nabi Muhammad SAW yang begini kira-kira isinya : bahwa Beliau diutus untuk menyempurnakan akhlaq . Saya dulu tidak memahami mengapa akhlaq begitu penting, hingga menjadi misi bagi Rasulullah Muhammad diutus ke bumi? setelah saya membaca buku ini saya menjadi sedikit mendapat pencerahan. Akhlaq adalah kunci sukses kita (manusia), kunci sukses hidup di dunia dan akhirat.dan berbahagialah kita sebagai umat islam, mempunyai contoh manusia paripurna yang memiliki keutuhan karakter ini, dan dia adalah Nabi kita, Nabi Besar Muhammad SAW.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: