Posted by: calakan | January 9, 2009

antara positif thinking dan ksatria mengakui kekalahan

hari ini, saya membaca sebuah berita mengenai seorang calon presiden, yang terbukti secara sah dan meyakinkan kalah dalam pemilu yang lalu berujar kalimat yang menurut saya menggelikan. beliau berujar :

capres : Saya Tidak Kalah Cuma Kurang Suara

“Saya tidak menyatakan kalah saat Pilpres 2004 lalu, tetapi itu karena kurang suara, dan siap mengambil suara-suara itu kembali, agar menjadi Presiden periode 2009 – 2014,” katanya, di Ambon, Jumat.

saya berusaha memahami kalimat diatas mungkin sebagai bentuk optimisme beliau menghadapi pemilu 2009,  akan tetapi menurut saya salah tempat. menurut saya, yang namanya optimisme itu mesti menempatkan objek yang dioptimiskan harusnya merupakan sebuah masa depan, sesuatu yang akan di jelang bukan yang sudah terjadi. adapun yang sudah terjadi harusnya, disikapi dengan sikap legowo bukan keras kepala tidak mau mengakui sebuah kekalahan.

so pernyataan diatas menjadi ambigu, dan terdengar lucu. mau bersikap optimis atau bersikap keras kepala  menyatakan saya tidak kalah (padahal kenyataannya kalah) ? akan terdengar lebih patriotik jika kalimatnya seperti ini :

“saya mengakui kekalahan pada pemilu yang lalu, saya kurang mendapatkan suara. akan tetapi saya siap bersedia mengambil suara-suara itu kembali. mohon dukungannya yaa… ganbarre!!!” 

nah kan kedengarannya lebih simpatik, dan gentle, ya nggak? ah tapi dia kan bukan cowok, jelaslah gak bisa bersikap gentle… harusnya bersikap ladies lah… hehehe, sore ja mata nee!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: