Posted by: calakan | January 27, 2009

muhasabah, istiqamah dan istigfar

“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab kelak (diyaumil akhir)” begitu kira-kira pesan sahabat Rasulullah SAW, Umar bin Khatab ra. menghisab diri sendiri atau muhasabah adalah sebagai bentuk instropeksi, evaluasi atas amal ibadah dan perbuatan dosa yang telah kita lakukan. setelah itu apa yang dilakukan? tentunya harus diikuti dengan perbaikan-perbaikan, peningkatan-peningkatan menuju arah yang lebih baik, tentu saja.

so bagaimana kita menghisab diri kita? mungkin pada zaman dahulu, ketika keterbatasan peralatan (belum ada komputer, kertas terbatas, tinta atau bolpen belum ada) bentuk muhasabah cukup sulit dilakukan. akan tetapi zaman skrg, melakukan penghisaban sendiri akan lebih mudah dilakukan. misalnya jika kita ingin mengevaluasi amalan harian kita,  bisa dilakukan dengan  membuatnya dalam sebuah file excell. kemudian setiap sebelum tidur, kita ingat-ingat kembali amalan harian yang sudah kita lakukan.

akan tetapi ada beberapa hal yang perlu DICAMKAN : pencatatan amalan harian yang kita lakukan, bukan merupakan sebuah prestasi! dan satu hal yang harus diingat : kita tidak akan sanggup membeli surga Allah SWT dengan amal-amal kita, pencatatan amalan yang kita lakukan lebih sebagai bentuk evaluasi amalan apa yang sudah kita lakukan, seberapa jauh peningkatan setiap harinya. pesan Rasulullah SAW : barang siapa yang hari ini sama dengan kemarin, maka dia merugi.  barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin, dia celaka dan yang beruntung adalah yang hari ini lebih baik dari kemarin. intinya : jangan sampai lembar kendali pencatatan amalan harian kita menjadikan kita ria, dan merasa senang karena kita juga gak tahu apakah Allah SWT menerima amal ibadah kita atau tidak. so tetaplah waspada.

apabila kita dapat menjalankan muhasabah tadi dengan baik, disertai peningkatan-peningkatan perbaikan langkah selanjutnya adalah beristiqamah dengan apa yang sudah kita lakukan tersebut. beristiqamah ketika melakukan amalan-amalan kebaikan dan beristiqamah ketika bersabar menghindari perbuatan-perbuatan dosa…

dan setelah kita beristiqamah dengan hal-hal yang sudah kita lakukan diatas kita tetap harus waspada, ingat bahwa kita tidak pernah tahu apakah amalan yang kita perbuat itu Allah terima? apakah amalan-amalan kita sudah terbebas dari ria, bid’ah, khurafat dlsb nya? dan bisa jadi ketika kita menjalankan sesuatu yang menurut kita baik malah buruk dihadapan Allah… jadi gmana donk? maka inilah saatnya kita tutup dengan istigfar kepada Allah. mohon ampun kepadaNya, berserah diri padaNya, berharap Allah mengasihani kita atas kekhilafan kita… wallahu’alam bishowab


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: