Posted by: calakan | February 20, 2009

white lie, am i forgiven?

okay, sebelum ngebahas mengenai judul diatas, saya akan mereview dulu khutbah jum’at yang berhasil saya ingat kali ini. saya jum’atan di batan, samping kebun binatang bandung dengan khatib ustadz Romli (lupa lagi nama belakangnya). tema khutbahnya mengenai tuntunan dari Nabi Muhammad SAW agar hidup kita selalu ada dalam lindungan Allah, selalu dalam hidayah-Nya, selalu dalam pemeliharaanNya.

ada empat perkara yang bisa membuat kita berada dalam lindungan Allah, selalu dalam hidayah-Nya dan selalu dalam pemeliharaanNya. ke empat perkara itu adalah :

  • sabar ketika mendapatkan ujian, baik itu ujian yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. ujian adalah sesuatu yang sunnatullah, pasti terjadi pada setiap orang yang beriman pada Allah SWT. seperti firmanNya yang kira-kira begini : apakah Allah akan membiarkan mereka mengatakan “kami beriman pada Allah” padahal belum kami uji mereka? intinya Allah akan menguji pada setiap hambaNya yang beriman. sabar, seperti dalam bahasan review jum’at sebelum-sebelumnya juga mencakup pada sabar saat mentaati perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya.
  • perkara kedua yang menyebabkan Allah akan melindungi, memberikan hidayah dan inayahnya pada hambaNya adalah syukur. orang-orang beriman yang pandai bersyukur niscaya akan mendapatkan perlindungan, hidayah dan innayahNya
  • perkara ketiga yang niscaya Allah akan memberikan hidayahNya, perlindungan, dan pemeliharaanNya adalah kepada orang yang mau memaafkan pada orang yang sudah mendzhalimiNya.( catatan penulis : meminta maaf lebih mudah dibandingkan memaafkan, karena posisi memaafkan berada dalam posisi “berkuasa” which is dia gak akan kehilangan apapun ketika dia mau memaafkan atau tidak. berbeda dengan meminta maaf (entahlah) )
  • dan perkara terakhir yang akan membuat kita selalu dalam lindunganNya, dalam hidayahNya dan dalam innayahNya adalah kita selalu bertaubat meminta ampun ketika kita berbuat dzalim baik itu pada orang lain, maupun pada diri sendiri.

okay, segitu dulu mengenai review jum’at kali ini. mudah2an bermanfaat bagi kita semua, yang salahnya dari saya sendiri, sedangkan yang benar dari Allah SWT.

back to topic :
beberapa hari yang lalu saya sempat dimintai oleh seseorang yang menemukan sebuah flashdisk untuk memeriksa apakah flashdisk tersebut masih berfungsi atau tidak, jika masih berfungsi dia meminta saya untuk menjualkannya. sejak pertama saya dimintai pertolongan itu, jujur saya tidak ada niat saya untuk membantu “menjualkannya” karena saya sadar betul bahwa itu bukan hak dia atau hak saya untuk menjualnya. flashdisk tersebut belong to someone else, yang mana siapa tahu itu berisi data yang sangat penting.

kebohongan pertama : saya menerima untuk membantu memeriksa dan menjualkannya, secara lisan meskipun dalam hati saya sudah berniat mengembalikan flashdisk tersebut ke si empunya jika ada data diri sang pemilik flashdisk.

kebohongan kedua : entah kenapa beberapa hari setela kejadian permintaan untuk menjualkan flashdisk tersebut, saya lupa dengan keberadaan flashdisk tersebut dan belum sempat memeriksa apakah masih berfungsi dan apakah ada data mengenai sang empunya hingga suatu malam, sang penemu flashdisk datang ke kantor dan menanyakan apakah flashdisknya sudah laku. dan saya gelagapan, saya harus jawab apa? saya belum memeriksanya sedikitpun. dan akhirnya kebohongan lagi yang saya katakan. saya bilang : flash disknya error, rusak gak bisa dipake. ya kalaupun mau di jadikan sebagai koleksi saja. dan dia percaya ucapan saya (astagfirullah). dan dia minta aksesorisnya saja, sebuah tali pengikat flashdisk…

kebohongan ketiga : ketika saya sedang jalan menuju kantor saya bertemu dengan teman sang penemu flashdisk, kemudian beliau bertanya apakah flashdisknya sudah laku terjual. dan saya bilang : waduh rusak tuh flashdisknya…

entahlah, apakah ini termasuk white lies? mengapa saya tidak berani mengatakan yang sebenarnya bahwa flashdisk ini bukan hak kita dan kita harus mengembalikan ke si pemiliknya ? jujur saya tidak berani berkata seperti itu dengan alasan saya takut menyinggungnya.  berbohong, meski untuk sesuatu yang baik tetap tidak mengenakan, beberapa waktu terakhir ini saya berusaha untuk tidak bohong i don’t want to be liar… karena itu salah satu sifat orang munafik, dan saya tidak ingin menjadi orang munafik… tapi sulit!

tapi yang melegakan, flashdisknya  sudah kembali ke sang pemilik. dan tanpa diminta sang pemilik memberikan imbalan kue yang kalau dirupiahkan ya lumayan lah sama seharga sebungkus dua bungkus rokok atau lebih (tadinya saya berencana memberikan “uang kadeudeuh” buat sang penemu, tapi gak jadi karena udah diganti dengan kue dari sang pemilik flashdisk).

mudah2an Allah memaafkan kesalahan saya… Amiiin


Responses

  1. yang aku ga ngerti kenapa dia minta kamu yang menjualkan, kau punya reputasi jualan flesdisk?

    kalau aku sih yang kuterima paling permintaan untuk meriksa masih jalan apa kagak, sekalian periksa di dalam ada identitas pemilik apa kagak

  2. heuheuheu… karena aku punya reputasi dikalangan teman-teman beliau sebagai orang yang ngerti komputer, bukan penjual T_T tapi ya itu biasanya mereka menggenaralisir itu, tahu komputer ya tahu cara gunain flashdisk tahu cara jualinnya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: