Posted by: calakan | April 22, 2009

semut

setiap berjalan menuju mesjid untuk shalat dzuhur dan ashar,  ketika saya melalui jalan yang sama setiap harinya(ya iyalah, emang ada jalan lain apa? heuheuheu… tadinya pengen bikin narasi pembukaan blog yang rada formal tapi setelah dipikir-pikir, itu bukan gue banget gituh lho…)

okay, from now on i’ll tell you my thought with my own way of  telling a story… jadi setiap kali melewati jalan menuju mesjid batan, dari tempat kerja,  di jalan yang saya lalui itu ada sebuah pohon cukup besar disisi jalan itu, dan setiap kali saya melewati pohon itu saya harus berjalan hati-hati, kenapa? karena ada jalan semut yang tegak lurus dengan jalan yang saya lalui. so, saya harus hati-hati untuk tidak menginjak jalan semut tersebut.

mengapa? simply reason because i love(sayang) them, since when? i don’t know. mungkin karena dulu, tugas akhir yang saya buat mengenai semut, dan untuk menuntaskan tugas akhir itu saya “harus” membunuh banyak semut, mungkin jumlahnya ratusan atau lebih… saya tidak ingat lagi.

mungkin saya memang berjodoh dengan semut ini, kalau saya flashback ke belakang, ke masa saya masih kecil pun saya masih ingat ketika itu saya sering menganiaya komunitas semut ini, saya tidak akan menceritakan bagaimana saya menganiaya… takut menjadi contoh yang tidak baik, he he he… tapi jujur, saya menyesal saya telah melakukan itu. maksud saya, apa salah mereka sehingga saya tega menganiaya mereka? untuk TA saya mungkin saya masih punya pembenaran, karena untuk ilmu pengetahuan… tapi waktu kecil itu saya lakukan hanya untuk kesenangan, dan alhamdulillah saya ingat kena “balasannya” (wew jadi inget luka itu…)

natsukashi nee… more about semut, ketika sidang tugas akhir ada satu pertanyaan dari dosen penguji saya mengenai semut ini. pertanyaannya sederhana saja : bagaimana semut tidur? dan jujur saja waktu itu(bahkan sekarangpun) saya tidak tahu jawabannya.

dan satu lagi, ketika saya mengamati prilaku mereka saya selalu malu pada diri saya sendiri. semut, even semol dey neper putus asa mencari karuniaNya. en luk et mi? sedikit kesulitan mendera, ai bikem desperet, bat luk et dey, luk kloseli hev yu eper si en ant ever stop por leha2?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: