Posted by: calakan | August 19, 2009

teror

setidaknya 2 berita mengenai salah gerebek sudah saya baca dalam 2 hari ini, pertama mengenai penangkapan anggota jamaah tablig di jawa bagian timur kemudian yang kedua penangkapan para pemuda pemain band di bekasi utara. berita yang pertama saya baca dari detik, sedangkan yang kedua dari republika online (http://www.republika.co.id/berita/70262/Polisi_Gerebek_Rumah_di_Bekasi_Utara)

saya jadi ingat kemudian beberapa saat yang lalu, setelah peristiwa wtc di amerika terjadi persis hal yang serupa yang saat ini terjadi di indonesia. polisi melakukan penggerebekan terhadap perumahan warga yang “dicurigai” atau berdasarkan laporan dari masyarakat tanpa polisi melakukan terlebih dahulu “investigasi”. polisi tampaknya menganut paham “shoot first, ask later” yang sedikit dimodifikasi “tangkap dulu, tanya kemudian”.

begitulah seperti yang terjadi pada muhjari, saya tidak tahu apakah polisi sudah meminta maaf secara personal pada muhjari karena salah tangkap atau belum. dan media pun yang sudah secara “serampangan” tanpa cek dan ricek memberitakan muhjahri “diduga” sebagai teroris tidak sedikitpun meminta maaf secara terbuka. atau kah karena permintaan maaf begitu mahal? atau media begitu sombong untuk minta maaf? atau karena tidak ada yang menuntut media2 itu sehingga jadi jumawa? atau karena memberitakan “diduga” sehingga tidak perlu minta maaf? entahlah…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: