Posted by: calakan | December 19, 2009

akibat maksiat

bismillahirrahmanirrahiim,

astagfirullah, janji saya untuk membahas mengenai keutamaan surat Al-Isra (surat 17) dan surat Az-Zumar (surat 39) masih belum bisa saya tunaikan. kemalasan yang mendera terasa sulit untuk memulainya, selain itu juga saya takut sebenernya mencoba mengurai hikmahnya karena saya bukan seorang yang ahli bahasa arab, saya bukan ahli Qur’an, pun saya bukan ahli hadits meskipun sebenernya saya hanya hendak menulis berdasarkan tafsir dari Al-Qur’an 7 in one terbitan Al-Mahira yang ada tafsir dari Prof. Wahbah Zuhaili… mungkin suatu saat kelak jika Allah mengizinkan.

Beberapa hari ini saya sedang asik membaca mengenai buku “Terapi Penyakit Hati”, karya Ibnu Qayim Al-Jauziah rahmatullah alaihi, dan sekarang saya baru sampai pada bab 3 mengenai akibat maksiat.

Dalam buku tersebut, Ibnu Qayim menuturkan setidaknya ada 8 pengaruh maksiat yang dapat dirasakan yakni :

  1. Maksiat menghalangi Ilmu
  2. Maksiat menghalangi Rizki
  3. Maksiat menimbulkan kerisauan dan kesepian dalam hati
  4. Maksiat mendatangkan kesulitan
  5. Maksiat menimbulkan kegelapan dalam hati
  6. Maksiat melemahkan hati dan badan
  7. Maksiat menghalangi ketaatan
  8. Maksiat mengurangi umur dan mengikis berkah

Adakah dari ke 8 pengaruh maksiat itu dirasakan dalam diri kita? semoga Allah melindungi kita dari semua itu.

Dalam sebuah riwayat disebutkan  Imam Syafi’i duduk di depan Imam Malik. Dia membacakan sesuatu yang membuat Imam Malik kagum. Imam Malik sangat mengagumi kecepatannya dalam menangkap pelajaran, kecerdasannya dan pemahamannya yang sempurna. Imam Malik berkata ” Aku melihat, Allah telah meletakan sinar dalam hatimu. Jangan padamkan sinar itu dengan kegelapan maksiat.” Imam Syafi’i menjawab, “Saya mengeluhkan hapalanku yang jelek pada Waki’ Ia menasihatiku untuk meninggalkan maksiat.  Waki’ berkata, “Ketahuilah bahwa ilmu itu anugerah dan anugerah Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat”

Bagaimana dengan para orientalis atau para penggiat liberal yang apabila mereka berkata seperti seorang yang pandai dan memiliki ilmu yang tinggi? jika kita teliti dengan baik-baik apa-apa yang disampaikan kaum orientalis ataupun para penggiat liberal tidak lebih dari ilmu palsu yang tidak memiliki dasar yang kuat, argumen-argumen yang dihiasi dengan kata-kata yang manis tidak mampu menutupi kedangkalan keilmuan yang mereka miliki. Wallahu’alam bishowab…

ref : Terapi Penyakit Hati, Ibnul Qoyyim Al-Jauzi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: