Posted by: calakan | February 13, 2010

surat al-Musabbihat

Assalamu’alaikum wr,wb.

Bismillahirrahmanirrahiim, okay kali ini saya ingin berbagi pengetahuan mengenai beberapa informasi yang baru saya dapatkan dari membaca Qur’an dengan tafsir dari Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dari Qur’an Seven in One, terbitan Al-Mahira. Informasi yang baru saya dapatkan itu adalah mengenai surat al-Musabbihat… apa itu surat al-Musabbihat? baru denger ‘kan? hihihi buat temen-temen yang ilmu pengetahuan agamanya sedangkal saya kayaknya baru denger deh… bukan bermaksud ngejek lho, saya hanya mengakui kejahilan saya saja dalam bidang agama. so let’s share it… mari berbagi informasiūüôā

Didalam Al-Qur’an terdapat 7 surat yang diawali dengan tasbih, ke 7 surat itu adalah surat Al-Isra (surat ke 17), surat Al-Hadid (surat ke 57), surat Al-Hasyr (surat ke 59), surat As-Shaff (surat ke 61), surat Al-Jumuah (surat ke 62),¬† surat At-Thagabun (surat ke 64 dan surat Al-A’la(surat ke 87). Ke tujuh surat yang diawali dengan tasbih ini disebut sebagai Al-Musabbihat yakni surat-surat yang diawali dengan tasbih. Apa keistimewaan dari al-Musabbihat ini? dalam sebuah hadits :

Irbadh bin Sariyah meriwayatkan bahwa Rasulullah membaca al-Musabbihat (surat-surat yang diawali dengan tasbih) sebelum tidur. Beliau bersabda “Di dalamnya terdapat ayat yang lebih utama daripada seribu ayat, yaitu firmanNya, Huwal awwalu wal akhiru… (QS. Al-Hadid [57]:3).” (HR. Ahmad dan perawi lainnya)

Dalam Al-Qur’an seven in One terbitan Al-Mahira, Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili, dalam tafsirnya menjelaskan keutamaan-keutamaan surat al-Musabbihat ini :

  1. Keutamaan surat Al-Isra’ : Aisyah ra. meriwayatkan bahwa Nabi biasa membaca surat bani israil dan az-Zumar setiap malam (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan perawi lain) surat Al-Isra’ disebut juga surat bani israil. Surat ini termasuk surat yang pertama kali turun di Mekah
  2. Keutamaan surat Al-Hadid : Irbadh bin Sariyah meriwayatkan bahwa Rasulullah membaca al-Musabbihat (surat-surat yang diawali dengan tasbih) sebelum tidur. Beliau bersabda “Di dalamnya terdapat ayat yang lebih utama daripada seribu ayat, yaitu firmanNya, Huwal awwalu wal akhiru… (QS. Al-Hadid [57]:3).” (HR. Ahmad dan perawi lainnya)
  3. Keutamaan surat Al-Hasyr : Ma’qil bin Yasar meriwayatkan bahwa Rasulullah¬† bersabda, “Siapa saja yang membaca , A’udzhu billahi as-Sami’ al-‘Alim, min asy-Syaithan ar-Rajim dan membaca tiga ayat terakhir surah al-Hasyr pada pagi hari sebanyak tiga kali, maka Allah akan mengutus tujuh puluh ribu malaikat kepadanya. Malaikat itu memohonkan ampunan baginya hingga sore hari. Jika dia meninggal pada hari itu, dia wafat sebagai Syahid. Dan siapa saja yang membacanya pada sore hari, dia akan memperoleh balasan yang sama ” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi) at-Tirmidzi mengatakan “Hadits ini hasan gharib”
  4. Keutamaan surat Ash-Shaf : Abdullah bin Salam berkata “Kami berselisih tentang siapa diantara kami yang akan datang pada Rasulullah¬† untuk menanyakan¬† amalan yang paling disukai oleh Allah SWT.¬† Namun, tidak ada seorangpun di antara kami yang berani. Rasulullah¬† mengirimkan kepada kami seorang demi seorang untuk membacakan surah ini pada kami, yaitu seluruh surah As-Shaff ” (HR. Ahmad)
  5. Keutamaan surah Al-Jumuah : Ibnu Abbas dan Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah¬† membaca surah al-Jumuah dan al-Munafiqun dalam shalat Jum’at (HR. Muslim)
  6. Keutamaan surah Al-A’la :¬† Rasulullah¬† bertanya pada mu’adz “Mengapa kamu tidak membaca surah al-A’la, asy-Syams, dan al-Lail dalam shalatmu?” (HR. al-Bukhari dan Muslim).¬† Berkaitan dengan hal ini dalam hadits lain An-Nasa’i meriwayatkan dari Jabir yang berkata, “Suatu kali Mu’adz mengerjakan shalat lalu seorang pemuda datang dan shalat bersamanya. Mu’adz memperpanjang shalatnya. Akibatnya pemuda itu melakukan shalat di pojok masjid lalu pergi. Kejadian itu didengar Mu’adz. Mu’adz berkata ‘Dia Munafik’.¬† Dia lalu menyampaikan hal itu pada Rasulullah . Beliau bertanya pada pemuda itu¬† tentang sikapnya. Dia menjawab, “Rasululllah aku datang¬† untuk shalat bersamanya, tetapi dia memperpanjang sholatnya. Karena itu, aku pergi dan sholat di pojok masjid, kemudian aku memasang tali untaku.” Rasulullah bertanya, ” Apakah kamu hendak menimpakan fitnah, wahai mu’adz? Mengapa kamu tidak membaca surat Al’Ala, surah As-Syams, surat Al-Fajr dan surah Al-Lail?”

Demikian sharing informasi kali ini. Mudah-mudahan kita dapat mengambil manfaat.

Reff : Buku Pintar Al-Qur’an, Seven in One. Penerbit Almahira. 2008.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: