Posted by: calakan | March 10, 2010

membiasakan kebiasaan baik

Setiap kita yang menginginkan sebuah kebiasaan baik, karakter baik, akhlaq baik insya Allah pernah mengalami perasaan betapa sulitnya merubah kebiasaan, karakter, akhlaq yang buruk. Dan kadang-kadang, pada akhirnya ketika kita tidak mampu merubah diri kita, kitapun  berputus asa dan menyerah dengan keadaan kita yang tidak baik seraya menghibur diri kita sendiri dengan ungkapan “that’s the way i am, please accept me completely”. Well, that’s the way i was…

Sekedar berbagi,  dulu saya sangat sulit untuk datang ke kantor pada jam kerja yang sudah ditetapkan, yakni jam 8 pagi. Meskipun sudah cukup tidur, sudah bangun pagi, sudah pasang alarm tapi masya Allah demikianlah saya selalu telat datang entah itu 15 menit, 30 menit atau 1 jam. Ritme hidup saya biasanya seperti ini : bangun misalnya jam 5 pagi, kemudian shalat shubuh kemudian tidur lagi pasang alarm jam setengah 7, jam 7 dan jam 1/2 8 . Alarm pertama berbunyi, dan saya melihat alarm kemudian mematikan alarmnya. Bisik saya dalam hati, oke masih ada satu setengah jam lagi. Alarm ke 2 berbunyi, saya bangun lihat alarm dan matikan. Bisik saya dalam hati, oke masih ada satu jam lagi. Dan alarm ke tiga pun berbunyi,  menyumpahi diri sendiri betapa malasnya saya, segera ke kamar mandi, dan tada… datang pun telat lagi. Itu dulu

Ketika saya menikah dan tinggal bersama si Neng, saya mendapatkan tugas baru yaitu mengantar Neng kerja ke kantornya. Neng masuk kantor jam 7 pagi, otomatis saya harus berangkat bersama si Neng sebelum jam 7, bisanya jam setengah 7 berangkat dari rumah. Demikianlah akhirnya kebiasaan saya tidur pagi setelah shubuh dapat saya atasi, mungkin itu salah satu berkah dari pernikahan ini.  Alhamdulillah, terimakasih ya Allah.

“Wah curang neh, itu seh gara-gara terpaksa aja jadinya bisa merubah kebiasaan buruk jadi kebiasaan baiknya. Kalau sendiri gmana? tanpa ada request dari orang which is itu seh mau gak mau mesti dilakukan” mungkin itu kalimat yang akan temans katakan pada saya. Baiklah, akan saya teruskan cerita saya…

Sebenarnya, jadwal bangun saya pada saat sebelum nikah dan sesudah nikah sama saja yakni sekitaran jam 5 shubuh. Saya yang berada di daerah WIB, tentu saja telat menjalankan shalat shubuhnya. Alhamdulillah, kebiasaan bangun sekitaran jam 5 shubuh itu sudah saya tinggalkan beberapa bulan ini, dan konsisten. Alhamdulillah…

Apakah rahasianya? Rahasia sebenarnya hanya Allah saja yang tahu. Berikut ikhtiar yang saya lakukan :

  • Punya keinginan yang sangat kuat, pengalaman saya adalah awalnya saya sangat tertarik sekali dengan tawaran pahala shalat sunnah dua rakaat sebelum shubuh. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pahala shalat sunnah dua rakaat sebelum shubuh itu lebih baik dari dunia dan seisinya.
  • No gain, No pain katanya. Begitulah, dengan tawaran dari Allah SWT yang begitu luar biasanya sayapun harus rela untuk mengorbankan hal lain salah satunya adalah acara tv kesukaan saya. Misalnya film-film yang ditayangkan di tv atau godaan nonton film dari dvd, atau hasil downloadan
  • Kebiasaan baik dimulai dari awal yang baik, demikianlah saya mempercayainya. Maka agar kebiasaan baik untuk bangun shubuh agar saya bisa shalat shubuh berjamaah di masjid dan mendapatkan pahala shalat sunnah dua rakaat sebelum shubuh, maka sebelum tidur sayapun harus melakukan kebiasaan baik terlebih dahulu sebelum tidur yakni berwudhu dan membaca Al-Qur’an, kemudian berdo’a sebelum tidur.
  • Setelah diawali dengan kebiasaan baik sebelum tidur tersebut dan memohon pada Allah agar dibangunkan untuk melaksanakan syariahnya, insya Allah, kita bisa bangun sebelum adzan shubuh. Satu hal yang selalu menjadi pertarungan klasik antara niat baik untuk kebiasaan baik dengan benteng kebiasaan buruk adalah godaan, bisikan untuk menunda-nunda kita untuk melakukan kebiasaan baik tersebut. Misalnya apabila kita bangun jam 4 pagi, dan adzan shubuh jam 4.30 biasanya ada bisikan “nanti dulu, masih setengah jam lagi. tunggulah 15 menit lagi”. Begitulah godaan yang datang. Apabila kita menurutkan hal tersebut niscaya kita tidak hanya bangun 15 menit kemudian, bisa-bisa satu jam kemudian. Dan akhirnya penyesalanlah yang ada. Untuk menanggulangi hal tersebut agak sulit, apalagi ketika bisikan-bisikan itu sudah terbiasa kita ikuti. Nah ikhtiar apa yang bisa kita lakukan? cobalah untuk mengagetkan diri kita pada saat bangun, kemudian ucapkan do’a bangun tidur, kemudian ucapkan istigfar.
  • Setelah itu, paksakan diri anda melangkah ke kamar mandi dan berwudhu. Insya Allah akan mendapatkan yang lebih baik dari dunia dan seisinya.
  • Camkan hal ini : Kebiasaan baik adalah pembelajaran seumur hidup, maka dari itu kita harus selalu waspada terhadap godaan yang akan menggagalkan kebiasaan baik tersebut. Misalnya me ncuri-curi waktu lagi untuk nonton tv sampai larut malam atau nonton dvd. Kebiasaan buruk adalah candu, seperti juga narkoba sekali terjun akan sulit menghancurkannya.
  • Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah,  jangan kapok berusaha menjadi orang dengan kebiasaan baik,  meskipun gagal jangan menyerah. Ulangi lagi, lagi, dan lagi. Mudah-mudahan Allah merahmati usaha kita.
  • Jangan sombong, karena yang bisa membolak-balikan hati adalah Allah sang pemilik alam semesta. Seperti firman Allah dalam surat Al-Insaan, hanya karena kehendak Allah-lah kita menjadi bisa melakukan suatu kebajikan.[76:29] Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. [76:30] Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Layaknya sebuah kain, tidak ada satu benangpun yang cukup besar untuk menjadikan itu sebuah kain. Kain adalah hasil jalinan benang-benang kecil yang saling mengokohkan satu dengan lainnya hingga dia bisa menjadi sebuah kain yang dengan itu kita bisa menutupi tubuh kita. Begitupun dengan akhlaq yang akan bisa menjadi pakaian bagi jiwa kita, tidak ada satu amalan yang cukup besar untuk menjadi pakaian bagi jiwa kita melainkan terdiri dari amalan-amalan kecil, kebiasaan-kebiasaan baik kecil mulai dari adab ke kamar mandi, adab makan,  adab berbicara dan masih banyak kebiasaan-kebiasaan baik yang kita anggap remeh temeh yang jalin menjalin membentuk akhlakul karimah. Dan siapakah yang bisa menjadi teladan kita untuk itu semua? tiada lain Beliaulah Nabi besar Muhammad SAW rahmat bagi sekalian alam.

Yang benar datangnya dari Allah SWT, yang salah adalah murni kesalahan saya sendiri. Wallahua’lam

ps. bukan berarti saya sudah menjadi orang yang baik lho,  saya hanya sedang berusaha menjadi lebih baik. mudah2an sharing ini bermanfaat dan mudah2an Allah selalu menjaga keistiqamahan kita dalam jalanNya. Amiiiin…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: