Posted by: calakan | March 26, 2010

belajar sabar dari Nabi Khidr as

Assalamu’alaikum wr,wb.

hai temans, alhamdulillah ganti header dan tagline, yang asal gambarnya karakter Tomo Takino dari manga azumanga, yang sifatnya “rame” sekarang ganti jadi header yang sedikit kalem. begitu juga dengan taglinenya yang asalhnya “my radical vision” jadi ” belajar meniti titian shirathal mustaqim” sedikit banyak hal ini berhubungan dengan bertambahnya usia jadi malu donk kalau masih kekanak2an… ha ha ha, bukan denk sebenernya ini pergantian header dan tagline ini untuk mengingatkan saya agar selalu ingat akan tujuan akhir dari perjalanan ini. bahwa saya harus belajar meniti titian yang lebarnya selebar rambut dibelah tujuh, dan kita harus melintasinya melewati neraka jahannam yang jika tutupnya bocor sebesar lubang jarum saja dan kemudian api yang keluar darinya sampe di dunia ini niscaya bumi akan terbakar seluruhnya saking panas apinya. bahkan satu mata rantai yang membelenggu jahanam di tempelkan dibumi niscaya berlubanglah bumi ini. Naudzulillahimindzalik, semoga Allah melindungi kita dari azab neraka… okay, cukup mengenai basa-basinya. berhubung hari jum’at, jadi mari kita baca surat Al-Kahfi dan ini sedikit pelajaran yang bisa saya ambil darinya. mudah2an bermanfaat… ya Allah, Rabbi… kami berlindung dari godaan syaitan yang terkutuk

Dalam surat Al-Kahfi, Allah SWT mengisahkan Nabi Musa AS yang belajar menuntut Ilmu pada Nabi Khidr AS. Sebelum Nabi Musa AS resmi jadi murid Nabi Khidr AS,  awalnya Nabi Khidr menolak permintaan Nabi Musa AS untuk jadi muridnya. Lengkapnya, saya kutipkan terjemahan Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 60 -82 :

[18:60] Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya885: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.
[18:61] Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.
[18:62] Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.
[18:63] Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mecari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.
[18:64] Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.
[18:65] Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami
[18:66] Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
[18:67] Dia menjawab: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.
[18:68] Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?”
[18:69] Musa berkata: “Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun”.
[18:70] Dia berkata: “Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu”.
[18:71] Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhr melobanginya. Musa berkata: “Mengapa kamu melobangi perahu itu akibatnya kamu menenggelamkan enumpangnya?” Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.
[18:72] Dia (Khidhr) berkata: “Bukankah aku telah berkata: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku”.
[18:73] Musa berkata: “Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku”.
[18:74] Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: “Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar”.
[18:75] Khidhr berkata: “Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?”
[18:76] Musa berkata: “Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku”.
[18:77] Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: “Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu”
[18:78] Khidhr berkata: “Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; kelak akan kuberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.
[18:79] Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.
[18:80] Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mu’min, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.
[18:81] Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).
[18:82] Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya”.

Nabi Khidr pada ayat 68 surat Al-Kahfi tersebut bertanya pada Musa AS : “Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?” . Inilah pelajaran berharga dari Nabi Khidr mengenai kesabaran, yakni agar kita dapat bersabar terhadap segala sesuatu adalah dengan mempunyai pengetahuan yang cukup tentang segala sesuatu yang kita sabarkan. Dalam kisah diatas, Allah mencontohkan lewat Nabi Khidr AS mengenai 3 peristiwa yang bagi manusia sekelas Nabi Musa AS sekalipun merasa “aneh” dan tidak dapat bersabar atasnya. Tapi demikianlah Allah mengajarkan pada Nabi Musa dan kita lewat kisah diatas.

Bahwa dalam beragama sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW, ada hal-hal yang belum kita pahami hakikatnya.  Dan itu tidak boleh menjadi alasan bagi kita untuk mengingkarinya selama itu berasal dari dalil yang shahih, semisal mengenai peristiwa Isra dan Mi’raj, memang mustahil dan “beyond imagination” demikianlah hal ini menjadi ujian keimanan bagi manusia, dan hal inilah yang menjadikan sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar RA mendapatkan gelar Ash-Shidiq, yang artinya yang membenarkan dan Allah SWT mengangkatnya ke derajat yang tinggi.

Maka apabila ada hal-hal yang belum kita pahami dalam beragama dan menjadikan kita tidak bersabar atasnya, sedangkan dalilnya jelas shahih maka sebaiknya yang kita lakukan bukanlah meragukan hal tersebut tapi dengan cara menambah pengetahuan kita tentang hal yang belum kita pahami itu dan berharap pada Allah SWT memberikan petunjukNya. Wallahua’lam… yang benar datangnya dari Allah SWT, yang salah berasal dari kekhilafan saya sendiri.

[18:77] Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: “Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: