Posted by: calakan | May 5, 2010

menahan diri (2)

Hari ini saya mengomentari status pesbuk seorang teman, yang begitu membanggakan seorang “srikandi” negeri ini yang digadang-gadang akan menjabat suatu jabatan penting di sebuah lembaga dunia. Banyak yang memuji kehebatan sang “srikandi” ini, baik di pesbuk ataupun di mailist yang saya ikuti, termasuk di komentar-komentar portal berita. Saya sendiri tidak terlalu peduli, bahkan cenderung untuk tidak mengapresiasi kehebatan sang “srikandi” ini. Bukan kenapa-kenapa, saya hanya tidak sreg dengan lembaga dunia yang akan beliau tempati ini. Dan sependek pengetahuan saya, kebijakan-kebijakan sang “srikandi” ketika menjadi “kacung” rakyat negeri ini tidak pro rakyat, demikian istilah orang jalanan menyebutnya.

Kembali ke komentar saya di pesbuk teman saya itu, saya tuliskan sekedar mengingatkan bahwa beliau (sang srikandi, menurut saya) “not that good”,  maksud saya “what so great about that” “lembaga”. Baca dulu deh link ini (http://pohonbodhi.blogspot.com).  Kalau kita baca baik-baik informasi yang disampaikan dalam link itu, kita (mungkin) akan berubah pandangan 180 derajat, atau paling tidak menjadi terbuka dengan kondisi realworld yang sedang kita tempati ini. Bagaimana kita bisa membanggakan seseorang duduk menjabat sebuah lembaga yang menjadi lintah darat, menyedot resource dunia (lebih khusus resource bumi pertiwi) dengan hutangnya yang berbunga-bunga yang sebenarnya tidak perlu ada! hingga memiskinkan negara-negara yang bergantung padanya (termasuk bumi pertiwi ini). Selama ini lembaga tersebut telah memperbudak negara-negara penghutangnya, mendikte kebijakan-kebijakan negara penghutangnya…

Jujur saja, saya menyayangkan/mengasihani orang-orang yang membangga-banggakan “keberhasilan” sang “srikandi” duduk di lembaga tersebut. People you’re so naive… or am i? ha ha ha… marilah kita tunggu sampai suatu saat kelak, ketika tidak ada lagi orang bisa berdusta dengan sederet kata-kata ilmiah yang sesat dan menyesatkan, hari ketika Hakim Yang Maha Adil bertanya tentang apa yang sudah kita lakukan di dunia ini, sampai satu saat kelak marilah kita saling menunggu saat itu…


Responses

  1. Saya juga sedikit terhera2 dengan mereka yg bergitu mengagungkan sang srikandi. Atau saya sama naifnya dengan anda😀

    Tidakkah mereka tahu bahwa srikandi pujaan mereka itu juga punya posisi penting di lembaga dunia lain (selain tapi mirip yg akan dibelanya nanti)? Lembaga yg begitu getol memberikan uluran tangan yg kita lihat seperti menolong tapi nyatanya mencekik..

    Naifnya negeri ini..

  2. alhamdulillah, ternyata saya tidak sendirian… he he he, begitulah… banyak kenaifan2 negeri saya tercinta ini. Mudah2an lebih banyak lagi orang-orang yang ‘naif’ seperti saya dan Mas, siapa tahu kita bisa bikin organisasi naifisme ha ha ha… salam kenal mas


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: