Posted by: calakan | May 11, 2010

U-EN : kekonyolankah?

Berawal dari sebuah topik dari mailist yang saya ikuti, ada seseorang yang mengirimkan e-mail sebagai sebuah bentuk kritik terhadap pelaksanaan UN yang menurutnya bermasalah. Kemudian sang pengirim e-mail menunjukan sebuah fakta bahwa ada teman dari anaknya yang sehari-harinya cerdas, bahkan nilai matematikanya diatas sembilan gagal lulus UN karena nilai biologinya dibawah standar kelulusan. Secara tidak langsung, sang pengirim e-mail berkesimpulan UN adalah sesuatu yang konyol karena menyebabkan seseorang yang pinter matematika gagal lulus karena mata pelajaran lain yang di UN-kan tidak lulus.

Saya tidak tahu apa parameter yang dijadikan acuan dari sang pengirim e-mail sehingga kemudian menyimpulkan UN adalah sebuah kekonyolan. Dari angka statistik yang saya lihat dari beberapa daerah (melalui hasil searching di google) menunjukan angka kelulusan rata-rata diatas 90%.  Dan menurut saya angka 90% angka yang sangat bagus, bayangkan anda ujian dan anda mendapatkan nilai 90 dari 100… bukankah itu suatu prestasi?

Dan jika yang menjadi parameter dalam kasus sang pengirim e-mail adalah “fakta” bahwa ada siswa yang nilai matematikanya diatas sembilan, tapi tidak lulus karena nilai biologinya dibawah lima maka hal ini harus ditelusuri kembali berapa jumlah siswa yang mengalami kegagalan seperti itu? berapa jumlah siswa yang nilai matematikanya sembilan dan tidak lulus UN? kemudian bandingkan dengan jumlah siswa yang matematikanya sembilan dan lulus UN? berapa persenkah? Ini sangat penting (menurut saya) karena dengan kita mengetahui presentasinya(fakta sebenarnya) kita bisa menjadi adil menilai UN itu sebuah kekonyolan atau bukan? Tanpa itu, saya kira kita bisa menjadi bias dalam menilai UN, mungkin faktor perasaan atau nalar logis kita yang berbicara.

Perasaan kita atau nalar logis kita boleh berbicara, tapi nalar logis dan perasaan itu tidak bisa dijadikan acuan untuk penilaian. Dalam dunia saintis(cieee…) untuk menilai suatu pernyataan(hipotesis) benar atau tidak harus melalui suatu uji statistik. Nah sudahkah sang pengirim e-mail itu melakukan uji statistik sebelum melemparkan wacana UN: sebuah kekonyolan? kalau belum, sangat disayangkan sekali… ah rupanya tradisi saintis hanya dipakai pada saat TA saja, belum sampai pada tahap penggunaan sehari-hari

nb : ya saya pendukung UN harus tetap dijalankan dan jadi parameter kelulusan…


Responses

  1. ::: weleh2 … racauanmu horor banget sey… ^-^v xixi

    ::: memang bener lah pasti UN lebih dipilih untuk karena bener katamu :ada unsur Prosentase.. ^-^v

    ::: eh, betewe, kmu jangan2 petugas UN yah? pengawas??? ^-^ xixi, peace

    ::: itu lah amarah,,, wajar jika gagal ditimpa dengan pembelaan diri, apalagi? ^-^

  2. heuheuheu… iseng aja wied, yup betul sekali pembelaan diri dan lebih parahnya lagi ini jadi barang dagangannya media.. kegagalan2 yang di expos habis2an, dan menafikan keberhasilan-keberhasilan adanya UN ini… sesuai dengan motto mereka “bad news is good news” menurut pikirannya berita tentang keberhasilan gak layak tayang…😀

  3. ::: aku gara2 kebanyakan baca buku religi belakangan ini, baru bisa mengira2 apa arti “menafikan” ,,, yah agak2 awang2 tapi lumayan nangkeplah maksudnya . xixi *comment gak nyambung ma artikel, maaph

    ::: Hidup UN lah,,,, masih dukung ajah pokoke.. dan harus ada UN, no toleransi buat kaum pencari celah tikus ^-^v

  4. kalau menurutku UN memang tetap perlu tapi sebaiknya tidak dijadikan 1 1 nya standar kelulusan.
    biar sekolah saja yang menentukan lulus tidaknya berdasar performansi selama di sekolah.
    tapi mungkin bakal membuka lubang baru, seperti ortu bayar ke sekolah supaya anaknya diluluskan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: