Posted by: calakan | June 4, 2010

rider chatter

Laju pertumbuhan jumlah sepeda motor di indonesia sungguh luar biasa. Hal ini tidak terlepas dari buruknya sistem transportasi umum yang disediakan oleh para pelayan masyarakat. Alhasil, motor menjadi pilihan terbaik dari sekian jenis transportasi yang ada di indonesia saat ini. Betapa tidak, meski menawarkan kenyamanan yang lebih buruk dibandingkan alat transportasi lainnya (kalau cerah panas, kalau hujan kebasahan) akan tetapi jika ditinjau dari segi efisiensi biaya dan waktu, maka motor adalah alat transportasi pilihan terbaik di indonesia saat ini.

Selain alasan efisiensi waktu dan biaya, pesatnya laju pertumbuhan jumlah sepeda motor diindonesia juga disebabkan semakin mudahnya masyarakat mendapatkannya. Dengan pembelian secara kredit, dan uang muka yang cukup rendah maka banyak orang yang kemudian berlomba-lomba menjadi pengkredit motor. Hal ini wajar saja mengingat saat ini, ongkos yang harus dikeluarkan setiap harinya jika diakumulasikan sebulan hampir sama saja dengan biaya cicilan motor sebulan. Jadi, jika demikian mengapa tidak sekalian saja kredit? mungkin itu pikiran orang-orang yang berkredit motor.

Laju pertumbuhan sepeda motor yang pesat banyak memberikan keuntungan. Banyak timbul kesempatan-kesempatan kerja baru, selain dipabrik motor sendiri  tentunya. Industri hilir berupa bengkel, modifikasi dan lain sebagainya bermunculan. Tentu saja hal ini adalah hal yang menggembirakan bagi indonesia ditengah produksi sarjana yang “over produksi”, hal ini tentu mengurangi sejumlah pengangguran.

Sebagaimana sudah menjadi sunatullah, segalanya berpasang-pasangan, begitupun laju pertumbuhan pesat sepeda motor ini. Bukan saja berbagai keuntungan yang dihasilkan olehnya, tapi juga beberapa kerugian. Hal yang paling nyata tentu saja pencemaran udara akibat emisi gas buangannya. Tapi saya tidak terlalu peduli dengan hal ini, saya kira sudah banyak yang membahas mengenai hal ini. Adapun akibatnya terhadap pemanasan global, hey tunggu dulu… tonton dulu film dokumenter berjudul “The Swindler of Global Warming”…

Hal yang menjadi perhatian saya mengenai kerugian akibat pesatnya laju pertumbuhan sepeda motor ini adalah ketidak seimbangan antara laju pertumbuhannya dengan tingkat kesadaran masyarakat beretika dalam menggunakan kendaraannya tersebut. (Sekilas tidak ada hubungannya,ya…, jaka sembung ngojek… gak nyambung jek…)

Banyak pemilik sepeda motor yang memiliki kesadaran rendah dalam beretika dijalan. Misalnya saja berkendara sambil sms-an.  Jujur saja saya tidak habis pikir ada orang seperti ini, dan jujur saja saya tidak peduli jika kemudian dia celaka dan mati. ITU HIDUP ELO… tapi masalahnya kemudian adalah bahwa ketika berkendara dijalan dan kemudian celaka, celakanya itu tidak saja hanya si pengendara yang asik ber-sms ria saja. Bisa jadi orang lain yang tidak tahu-menahu dengan kegiatan sms turut menjadi korban. Pernahkah terlintas hal ini dipikiran orang-orang tak tahu diri ini?

Contoh lainnya adalah “rider chatter”. Istilah ini saya tunjukan untuk biker yang suka ngobrol dijalan bersama sesama biker lainnya secara paralel dijalan sehingga mengganggu pengendara lainnya. For the God sake, people you’re so d*mn stup*d a** kow pikir ini jalan nenek moyangmu apa? kalau mau ngobrol mbok ya nepi saja atau nanti di rumah/kafe…

*nb : sebenarnya inti postingan kali ini adalah 2 paragrap terakhir… huhuhu tapi muter2 dululah biar panjang getoh*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: