Posted by: calakan | June 8, 2010

learn the hardway…

Jika kita berkesempatan mengunjungi toko buku, gramedia, misalnya akan kita temui begitu banyaknya buku-buku yang bertema belajar sesuatu dengan cara instan, apalagi buku-buku dalam bidang teknologi  informasi. Beberapa buku menjual dengan contoh bahasa seperti ini “belajar anu dalam 24 jam”, ada buku lain lagi berjudul “membuat anu dalam 3 jam” dan banyaaaak lagi buku-buku yang bertema semisalnya.

Ada yang salahkah dengan judu- judul buku diatas? menurut pendapat saya pribadi ,  ya sah sah saja. Apalagi kita hidup dalam dunia persaingan yang ketat seperti saat ini, jika tidak pandai-pandai membungkus suatu produk semenarik mungkin,  akan sulit menarik konsumen untuk membeli. Pepatah don jadj buk prom de koper (jangan menilai buku yang ada di dalam koper… he he he) tidak lagi menjadi acuan penting bagi konsumen.  so wot de prablem den?

Gak ada.. suwer deh. Hanya saja…(yeee sebenernya ada de prablemnya) aren’t we so spoiled this day (recent day) ? untuk membaca buku saja kita harus di sodori judul yang cukup panta(s)tis  “Menguasai anu dalam 30 hari”, apakah se-demikian sibuknya atau se-demikian butuhnya kita untuk memahani “anu” tersebut sehingga kita harus secepat-cepat itu atau se-instant itu? where is the fun (kok jadi nyambung ke the fun)?

Okay, my point is… (duh lieur, pake bahasa indo aja yaa..) akhir-akhir ini kita menjadi semakin malas dan manja. entah karena malas beneran atau manja beneran, atau karena judul buku-buku itu kemudian membuat pikiran kita menjadi malas.  Bagaimana tidak, jika kita melihat judul “menguasai anu dalam sebulan” ?

EOR (End of Racauan)

————————————————————————————————

Ok, cukup racauannya.  Sebenarnya mengapa saya membahas mengenai hal ini adalah karena saya ingin berbagi pengalaman tentang buku yang sedang saya pelajari saat ini. Sejak dahulu, saya selalu ingin menguasai bahasa pemrograman komputer. Beberapa bahasa pemrograman coba saya kuasai, tapi tidak ada satupun yang benar-benar saya kuasai. Semua hanya kulitnya saja, hingga saya jatuh cinta pada python. Bahasa pemrograman yang bersih dengan indentasinya. Dulu seorang teman sudah menyarankan untuk mempelajari bahasa ini, tapi saat itu saya tidak tertarik karena saya sudah naksir C. Setelah sekian waktu belajar C saya kemudian menjadi bosan, dan mencoba naksir anaknya C yakni C++… pun demikian sampai beberapa bahasa pemrograman saya coba : php, perl, mathlab… tapi tidak ada yang benar-benar saya pahami.

Sampai suatu saat yang berbahagia saya mengetahui bahwa google menggunakan python sebagai enginenya, dan penggunaannya yang sangat luas dari mulai progam ecek-ecek, program web sampai pemrograman bioinformatic dan NASA pun pakai akhirnya saya benar-benar jatuh cinta dengan python.  Tapi perjalanan belum juga usai, entah sudah berapa tahun setelah saya jatuh cinta saya belum benar-benar juga menguasai python. Sebenarnya sekian waktu itupun tidak benar-benar saya gunakan dengan baik untuk mempelajari python. Sedemikian rupa, seperti kebiasaan-kebiasaan yang lalu-lalu pada saat saya mempelajari bahasa pemrograman, penyakit lama saya kambuh yakni penyakit bosan dan malas. Padahal banyak sekali e-books yang sudah saya download, dan judulnya pun menarik. Selain itu juga cara penyajiannya pun baik sekali… well most of them🙂 bahkan ada satu buku yang berjudul “python for absolutely beginner” tapi setelah sekian lama saya mempelajarinya kebosanan itu mendera juga.

Sampai beberapa hari yang lalu, atas rekomendasi seorang teman dari mailist saya mendapatkan buku berjudul “learn pyth0n the hardway”.  Judulnya sungguh membingungkan, tidak biasa, eksentrik. Tapi sungguh, buku ini yang kemudian menyadarkan saya dalam banyak hal terutama kesalahan-kesalahan saya selama ini dalam mempelajari bahasa pemrograman.

Satu poin penting lagi yang saya dapatkan dari buku itu adalah tidak ada cara mudah dalam mempelajari segala sesuatu. it’s take a time and effort, there is no short cut to success.

Kembali ke judul buku di koper yang diawal tulisan ini, ketika kita membeli buku sesuatu yang berjudul kira-kira seperti ini “menguasai sesuatu dalam 24 jam atau sebulan atau seminggu etc” camkan hal ini bahwa untuk benar-benar menguasai, anda butuh waktu lebih dari itu! Dan dengan mengikuti jadwal dari buku itupun anda tetap akan butuh lebih dari sekedar itu, butuh lebih dari sekedar waktu yang anda sisihkan untuk mempelajari itu. Anda butuh persistensi dan konsistensi

*hihihi mungkin cara ini emang cocok buat saya yang malas dan manja… heuheuheu!!*


Responses

  1. Deeeuuuu….

    spoiler….

    manja…

    malas….

    ^_^v…

    bahasamu yang awal, aku masih nyambung

    bahasamu yang tengah, aku kebingungan

    bahasamu yang terakhir, aku nangkep

    manja,,, malas,,,,

    xixixixi ^-^v,,,

    sorry komen gak puguh gini ^-^v

    • spoiled harusnya… duh maaph englishna pas2an :p


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: