Posted by: calakan | June 15, 2010

the land of visible pain

Dulu ketika saya masih duduk di bangku smp, saya pernah membaca sebuah buku pelajaran bahasa indonesia terbitan balai pustaka. Ada salah satu bagian tugas mengarang yang sampai saat ini masih saya ingat betul yang bertema “apa yang ada dipikiranmu ketika tiba-tiba kamu dapat membaca pikiran orang lain”.

Tema tersebut terngiang kembali dalam ingatan saya ketika saya menonton sebuah anime jepang berjudul Kino no Tabi (saya lupa apakah saya pernah membahas mengenai anime ini ataukah belum?).  Ini adalah salah satu anime favorit saya.

Kino No Tabi berkisah mengenai seorang petualang pemudi bernama Kino ditemani motornya yang bernama Hermes. Dalam anime ini dikisahkan Hermes bisa berbicara dan menjadi teman perjalanan Kino. Berdua mereka berkelana dari satu desa ke desa lainnya (atau negara ya?) yang memiliki kebudayaan dan adat istiadat berbeda.

Anime ini sarat dengan filsafat kehidupan. Meskipun berbentuk anime, tampaknya isi dari anime ini bukan konsumsi untuk anak kecil, meskipun banyak nilai-nilai kehidupan yang bisa di ambil dari menonton anime ini. Kembali ke tema semula tentang kemampuan untuk dapat membaca pikiran orang lain, pernahkah terlintas keinginan untuk bisa membaca pikiran orang lain? sekilas tampaknya suatu kemampuan yang hebat  dan kemampuan yang sangat berguna bukan? tapi tunggu  dulu, baca dulu review singkat dari episode pertama anime Kino No Tabi berikut :

***

Kino tiba di sebuah negara, ketika hendak masuk ke negara tersebut Kino dilayani oleh sebuah mesin yang bertugas mendata tamu yang masuk ke negara tersebut. Setelah menyelesaikan administrasi (ngisi nama, lama waktu tinggal dsbnya) Kino diizinkan masuk ke negara tersebut. Akan tetapi alangkah terkejutnya Kino setelah memasuki negara tersebut, Kino tidak menemui seorang manusiapun, yang ada hanyalah robot yang melayani semua kebutuhan Kino. Termasuk juga dalam hal mengelola kota (membersihkan jalan, transportasi dll).  Hingga hari ke 3 (Kino mempunyai prinsip untuk tinggal disuatu kota/negara tidak lebih dari 3 hari) setelah berjalan-jalan di kota tersebut mencari manusia akhirnya Kino menemukan orang-orang yang tinggal di sekitar kota tersebut dengan menggunakan binokuler dari tempat yang tinggi dari bangunan dikota tersebut. Kino menemukan keanehan pada  orang-orang tersebut karena mereka tinggal sendiri-sendiri di rumah masing-masing.

Kino memutuskan untuk menemui orang-orang ini (yang tinggal di luar kota tersebut ). Alangkah terkejutnya Kino ketika dia berusaha mendekati rumah orang-orang tersebut, orang-orang lari ketakutan. Hingga dia bertemu dengan seorang laki-laki yang tidak menyadari kedatangannya, dan Kino berusaha menyapanya. Tetapi kemudian sama seperti orang-orang sebelumnya, laki-laki tersebut juga berlari ketakutan. Ketika Kino Hendak pergi, tiba-tiba dari belakang laki-laki tersebut bertanya :

laki-laki :  Apakah kamu tidak dapat membaca apa yang sedang saya pikirkan?
Kino : Tidak sama sekali
ll: seperti yang saya duga, saya juga tidak bisa membaca pikiran kamu
kino : ??
(laki2 itu mengajak ke rumahnya dan Kino disuguhi minuman)
ll: Ah rupanya, anda seorang petualang… pantas saja saya kita tidak bisa saling membaca pikiran satu sama lain. fiuh (dengan nada lega) Saya sudah bertahun-tahun tidak berbincang-bincang dengan seseorang seperti ini
Kino : Kalau tidak keberatan, boleh saya bertanya sesuatu pada anda? Mengapa setiap orang di negara ini mengisolasi diri mereka sendiri di rumah masing-masing?
ll: Ini “land of visible pain” (sorry gak nemu terjemahan yang pas
Kino : “land of visible pain” ?
ll: Ketika kamu kecil, kamu pernah dibilangin ‘kan, bahwa kamu harus memahami penderitaan orang lain. Salah satu alasan kita menyakiti orang lain adalah karena kita tidak paham apa yang orang lain rasakan/derita akibat perbuatan kita. Apabila kita mampu memahami perasaan satu sama lain, tidak akan ada konflik lagi. Setidaknya itulah yang kami kira.
hermes : siapakah ‘kami’ ?
ll : Semua orang di negara kami. Kami sudah menemukan teknologi canggih di negeri ini sejak lama. Mesin sudah membantu kami mengerjakan banyak hal disini. Ilmuwan menggunakan teknologi canggih untuk membuat penemuan penting yang dapat menstimulasi bagian dari otak kami yang sudah tidak digunakan untuk menstranfer pikiran kami secara langsung dari satu orang ke orang lainnya.
Kino : Transfer pikiran secara langsung?
hermes : Seperti topologi kah?
Kino : Telepati tepatnya…
ll : ketika kita mengkomunikasikan ide kita, kata-kata tidak cukup sempurna untuk mewakilinya. Banyak cacat dalam kata-kata, misalnya saja kata ‘cantik’.  Kamu tidak bisa menjelaskan perasaanmu seberapa cantik sesuatu itu. Akan tetapi sekelompok peneliti kami membuat hal itu menjadi mungkin. Jika meminum cairan mesin penemuan mereka, maka kita bisa membaca pikiran orang lain tanpa harus mengungkapkannya dalam kata-kata. Kami mengira hal tersebut adalah hal yang paling hebat. Maka dari itu setiap orang di negeri ini meminumnya.
Kino : Setiap orang ?
ll: Coba kamu pikir, apabila orang lain berkomunikasi melalui pikirannya satu dengan yang lainnya, tapi kamu sendirian tidak mengikuti mereka (ikut meminum cairan mesin tersebut dan punya kemampuan telepati-bdh). Kamu akan merasa tidak enak bukan? Kita akan merasakan aman jika kita bisa terhubung satu dengan yang lainnya. Setidaknya itu yang ada dipikiran setiap orang saat itu.
hermes : apa yang terjadi kemudian?
ll: saya akan ceritakan apa yang terjadi pada saya. Ketika itu saya sedang jatuh cinta dengan seseorang. Sayangnya saya tidak bisa mengungkapkan perasaan saya padanya. Tepat ketika saya sudah meminum cairan tersebut, perasaannya tersampaikan pada saya. Kami saling jatuh cinta. Kami kira, kamilah yang paling bahagia didunia ini. Tapi dalam sekejap kehidupan kami menjadi berantakan. Dia sangat menyukai menanam bunga, akan tetapi saya tidak terlalu menyukainya. Saya sangat menyukai musik, akan tetapi dia tidak menyukainya. Ketegangan diantara kami datang silih berganti. Kami berusaha memikirkan hal-hal yang tidak berhubungan satu sama lain, untuk saling menjaga agar satu sama lain tidak mempedulikan pikiran kami masing-masing. Meski demikian, hal tersebut tetaplah sebuah bentuk komunikasi.
ll : meskipun hal kecil yang kamu tidak sukai dari seseorang akan tersampaikan tanpa bisa dibendung.  Dan hal tersebut semakin menambah kebencian diantara kami. Hal inilah yang semakin mengoyak hubungan kami. Kemudian kami menyadari betapa menakutkannya dapat membaca pikiran orang lain dan dibaca pikiran sendiri oleh orang lain. Meskipun sedang tidak merasakan suatu perasaan sakit hati , tapi kamu bisa merasakan perasaan sakit hati orang lain. Dan tidak ada hal bagus mengenai hal tersebut. Hanya ada satu cara sebagai jalan keluarnya, yakni dengan mengisolasi diri kami masing-masing, agar kami tidak mendengar/membaca pikiran orang lain. Kami menjauhkan diri kami masing-masing sedemikian jauh sampai kami tidak dapat mendengar pikiran kami masing-masing. Sampai dengan saat ini saya masih takut untuk bertemu dengan orang lain. Mungkin, hal ini juga dirasakan oleh orang lain. Syukurlah masih ada mesin-mesin yang menjalankan tugas-tugas kami. Pada  saat kita  membatasi diri sendiri dalam ruang terbatas, kita akan menemukan cara untuk menghibur diri sendiri. Karena pada akhirnya, jika kamu memahami (dengan kemampuan membaca pikiran orang lain) sakit orang lain kamu tidak bisa menjalani hidup yang normal. Sejak itu, bertahun-tahun berlalu dan tidak ada lagi bayi yang lahir di negeri ini. Saya kira negeri ini akan mati, tinggal mesin-mesin yang melanjutkan mengurus negeri ini.
(Laki-laki itu kemudian memutar piringan hitam)
Kino : lagu yang sangat bagus…
ll : Ini adalah lagu yang biasa kami dengarkan bersama dahulu pada saat kami sering bertemu. dia bilang dia menyukai lagu ini juga, akan tetapi saya tidak tahu apakah saat itu dia mengatakan yang sebenarnya atau tidak. Karena setelah kami meminum cairan mesin itu, kami tidak pernah mendengarkan lagu itu lagi.

***

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah Kino diatas, setidaknya bagi saya :
1. Allah begitu sempurna menciptakan manusia. Tidak ada kekurangan dalam penciptaan manusia.
2. Untuk hidup rukun, tidak cukup sekedar bisa “mengetahui” perasaan orang lain.
3. Berbohong kadang-kadang lebih baik (white lie tentunya)
4. … (banyak tapi kok lupa lagi yaa…)

Anime Kino No Tabi ini dianimekan dari sebuah novel di jepang sana. Saya ingin membaca novelnya, dan kemampuan sang pengarang meng-imajinasikan hal-hal diluar ‘kewajaran’ benar-benar luar biasa. Ya saya dulu berpikir akan sangat menyenangkan untuk bisa membaca pikiran orang lain, setelah menonton anime ini… masya Allah, saya harus berpikir ulang berkali-kali… cukuplah dengan apa yang sudah Allah ciptakan untuk saya🙂


Responses

  1. wah….
    benar deh
    kino no tabi
    walah
    pojan dulu gak pernah rekomendasikan film itu
    eh anime ding
    ^-^

    wah pengen deh bisa nonton anime lagi

    hikz…
    udah lama gak nonton
    terakhir yang
    apa tuh yah judulnya
    aduuuhhhh
    lupaaaa….
    pokoknya yang ceritanya
    cewek pembunuh sadis tak berkasihan
    tapi dia hidup di dunia manusia
    sebagai anak lugu dan ceria
    bahkan tak bisa bicara bahasa manusia
    seperti bayi berbadan gadis
    wkwkwk

    ^-^
    maaph yah
    komennya gak nyambung
    tapi nangkep kok maksudnya
    ^-6


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: