Posted by: calakan | August 27, 2010

Qur’an of The Day : Surat Maryam 19 : 1-11

Allah SWT berfirman dalam surat Maryam :

Audzubillah himinasyaitonirrajim, Bismillahirrahmanirrahiim,

[19:1] Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad

[19:2] (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,

[19:3] yaitu tatkala ia berdo’a kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.

[19:4] Ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada Engkau, ya Tuhanku.

[19:5] Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku898 sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera,

[19:6] yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.

[19:7] Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.

[19:8] Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua”

[19:9] Tuhan berfirman: “Demikianlah”. Tuhan berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali”.

[19:10] Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda”. Tuhan berfirman: “Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat”.

[19:11] Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.

<mop>Pelajaran yang bisa di ambil :

  1. Adab berdo’a salah satunya adalah dengan menggunakan suara yang lembut
  2. Jujur mengakui kelemahan diri sebelum memohonkan permintaan (ayat ke 4 diatas)
  3. Nabi Zakaria berdo’a bukan hanya untuk dirinya sendiri, beliau meminta dikaruniai keturunan karena kekhawatiran beliau akan mawalinya (Yang dimaksud oleh Nabi Zakaria AS dengan mawali ialah orang-orang yang akan mengendalikan dan melanjutkan urusannya sepeninggalnya.Yang dikhawatirkan Zakaria ialah kalau mereka tidak dapat melaksanakan urusan itu dengan baik, karena tidak seorangpun diantara mereka yang dapat dipercayainva, oleh sebab itu dia meminta dianugerahi seorang anak.)
  4. Berdo’a meminta yang baik, Nabi Zakaria memohon pada Allah agar anak yang dikaruniakan padanya adalah anak yang diridhai Allah SWT
  5. Tidak berputus asa meskipun itu hal yang menurut kita ‘Tidak Mungkin’ sebab bagi Allah segalanya adalah mungkin/bisa. Dapat kita lihat pada ayat 7-9 surat diatas. Mengapa Nabi Zakaria AS memohon dikaruniai keturunan, padahal beliau sendiri tahu bahwa beliau usianya sudah tua dan istrinya pun seorang yang mandul? Disinilah letak ketidakputusasaan Nabi Zakaria AS dan keimanan beliau yang kuat terhadap karunia Allah SWT. Bahwa Allah SWT sangat berkuasa atas segala hal… pelajaran yang sangat berharga. Alhamdulillah….
  6. Sebagai makhluk sering kita merasa belum yakin terhadap sesuatu hingga Allah SWT memberikan bukti yang jelas pada kita, dari permintaan Nabi Zakaria AS pada Allah SWT agar memberikan tanda terhadap kebenaran janji Allah SWT bahwa beliau akan dikarunia anak oleh Allah SWT dapat kita ambil pelajaran bahwa hal ini adalah sesuatu yang manusiawi.

Demikianlah sebagian sharing yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat. Mohon di catat ini adalah pendapat pribadi saya yang lemah ilmunya, saya tidak menguasai bahasa arab saya hanya mengambil pelajaran yang bisa diambil dari terjemahan Al-Qur’an yang saya baca… mudah2an Allah senantiasa melindungi kita dan selalu mencurahkan rahmat dan hidayahnya bagi kita semua… Amiiin

Allahua’lam,


Responses

  1. berikut kutipan dari http://indonesia.faithfreedom.org/forum/yesus-adalah-tuhan-biarpun-didalam-quran-t32914/?hilit=aaf%20Haa%20Yaa%20Ain%20Shaad :

    didalam surat 19 ( maryam ) ayat 1 ada ayat yang berbunyi : Kaaf Haa Yaa `Ain Shaad dan menurut muslim kalimat tersebut memang tidak ada artinya, hampir disemua terjemahan quran ayat tersebut ya hanya ditulis seperti apa adanya Kaaf Haa Yaa `Ain Shaad dan apa bila ditanya lebih dalam lagi mereka hanya bilang bahwa kalimat itu hanya allah yang tau.

    Aneh bukan ? jika hanya allah yang tau mengapa allah mengeluarkan kalimat seperti itu ? sungguh² tidak masuk diakal.

    PADAHAL ayat itu adalah suatu kalimat rahasia umat Kristen jaman sebelum islam yang memberitahukan bahwa Yesus adalah Tuhan, …

    • Prof.Dr Wahbah Zuhaili seorang ulama yang menguasai bahasa arab menafsirkan surat Maryam ayat 1 ini sebagai berikut :

      Kaf Ha Ya ‘Ain Shad adalah huruf untuk mengingatkan dan menantang bangsa Arab untuk membuat karya seperti al-Qur’an yang tersusun dari huruf Arab yang menjadi aksara dalam pidato, tulisan dan syair . Sementara itu, bahasa Arab adalah bahasa mereka sendiri.

      Dan informasi yang anda sampaikan tidak lebih dari sekedar tuduhan belaka, tidak ada pendapat/hujjah yang kuat yang bisa anda sampaikan. Bagaimana anda bisa menafsirkan huruf2 diatas sebagai muslihat kaum muslimin merahasiakan yesus yang dianggap sebagai tuhan, padahal dalam al-Qur’an bertebaran firman Allah yang menyatakan yesus putra maryam adalah hamba-Nya yang shalih dan bukan tuhan atau pun anaknya?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: