Posted by: calakan | October 24, 2010

menakar kadar kemunafikan : seberapa munafik saya?

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang yang selalu shalat dengan berjamaah selama empat puluh hari tanpa tertinggal takbir yang pertama bersama imam akan mendapat dua jaminan: 1. Diselamatkan dari neraka dan; 2. Bebas dari sifat munafik.” (HR Tirmidzi).

Dari kabar Rasulullah SAW melalui hadits diatas, mari kita hitung seberapa munafik diri kita. Menurut hadits diatas bahwa seseorang akan terbebas dari sifat munafik jika selama 40 hari berturut-turut selalu shalat berjamaah tanpa tertinggal takbir yang pertama. Orang yang mampu melakukannya berarti  0 % Munafik. Dalam sehari kita shalat 5 waktu, berarti 40 hari kita harus melakukan 200 shalat wajib berjamaah tanpa ketinggalan takbir yang pertama.

Berdasarkan ketentuan diatas kita dapat mengukur seberapa besar tingkat kemunafikan dalam diri kita. Berikut beberapa contoh :

Misal fulan bin fulan seorang pekerja kantoran. Karena bekerja di kantor, shalat berjamaah yang dia bisa tunaikan secara full tanpa ketinggalan takbir pertama adalah shubuh, magrib dan isya sedangkan dzuhur dan ashar tidak bisa ditunaikan. Andaikan selama 40 hari fulan menunaikan shalatnya istiqamah (3 berjamaah tanpa tertinggal takbir pertama, dan 2 shalat munfarid ataupun berjamaah tidak sesuai kriteria diatas) maka

2 x 40 = 80 = 80/200 = 40 % munafik…

contoh 2 misal unyiil(bukan nama sebenarnya) hanya mampu shalat berjamaah sekali seminggu saja yakni pada hari jum’at saja. Jadi dalam 40 hari maksimal unyiil bisa menunaikan sekitar 7-8 dari total 200 shalat wajib berjamaah yang seharusnya maka nilai index kemunafikannya adalah 192/200  = 96 % munafik…

Jadi, berapa % tingkat kemunafikan saya? well rahasia… he he he

mudah2an tulisan saya ini dapat mengingatkan siapapun yang membacanya, semoga Allah senantiasa menjauhkan diri kita dari sifat munafik. mungkin rumus diatas bisa dijadikan acuan untuk menilai seberapa munafik kita dihadapan Allah, biasanya kan kita sulit menilai kemunafikan diri kita, lah parameternya apa? nah kalau ada rumus diatas mudah2an bisa membantu.

Tidak disarankan penggunaan rumus diatas untuk menjudge seseorang sehingga menimbulkan terpecahnya silaturrahiim kaum muslimin, tetapi dianjurkan penggunaanya untuk menakar tingkat kemunafikan para perusak islam yang sudah nyata2 menyebarkan keragu2an dalam agama islam yang hanif ini misalnya untuk para pegiat2 pluralisme, dan sejenisnya… he he he!

nb : mungkin ada yang menentang atau menyanggah rumus ‘gila’ ini karena Rasulullah pun tidak pernah mengajarkan hal ini (hitung2an gila seperti ini) dan menuduh saya melakukan bid’ah, saya mohon maaf sebelumnya mudah2an Allah meluruskan kesalahan saya…  Amiin

RUMUS DIATAS TIDAK BERLAKU UNTUK AKHWAT… SO DON’T WORRY UKHTI


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: