Posted by: calakan | November 13, 2010

Qur’an of The Day : Al-An’am ayat 92

Allah SWT berfirman dalam surat Al-An’am ayat 92 :
Audzubillah himinasyaitonirrajim, Bismillahirrahmanirrahiim,

92. Dan ini(Al-Qur’an), Kitab yang telah kami turunkan dengan penuh berkah; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar engkau memberi peringatan kepada  (penduduk) Ummul Qura(mekah) dan orang-orang yang berada disekitarnya. Orang-orang yang beriman kepada (kehidupan) akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur’an), dan mereka selalu memelihara shalatnya

Prof. Dr. Wahbah Zuhaili menafsirkan ayat ini sebagai berikut :

Al-Qur’an adalah kitab yang banyak mengandung berkah dan manfaat. Wahai Rasul, Kitab ini telah Kami turunkan kepadamu untuk membenarkan kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi sebelumnya, seperti Taurat dan Injil. Selain itu, agar Kitab ini Engkau jadikan pegangan untuk mengingatkan penduduk Mekah: Wilayah paling strategis dan sebagai jantung kota. Di Dalamnya terdapat Ka’bah al-Musyaraffah: rumah pertama yang dibangun di muka bumi dan menjadi kiblat manusia. Hendaknya engkau yang memberi peringatan kepada orang-orang yang berada di sekitar Mekah. Orang yang mengimani kehidupan akhirat, pasti mengimani kebenaran Al-Qur’an. S ebab, orang yang beriman kepada akhirat, tentu menerima yang baik bagi dirinya dan menolak hal yang dapat membayakannya di sana. Selain itu dia juga istiqamah melaksanakan shalat karena takut terhadap adzabnya.

<mop>yang menarik bagi saya pada ayat ini adalah kenyataan bahwa shalat menjadi parameter keimanan seseorang. kita telah ketahui bersama bahwa rukun iman salah satunya adalah beriman pada akhir. rukun adalah pokok, ketika rukun itu hilang maka hilanglah pula imannya.  mengimani hari akhir salah satu implementasinya adalah memelihara shalatnya.

Akhir-akhir ini sering kita menemukan orang-orang yang berbicara mengenai agama Islam di mimbar-mimbar, forum, majlis ilmu yang perkatannya jauh dari nilai-nilai keimanan. Mereka menebarkan keragu-raguan dalam agama yang hanif ini. Mungkin kita menjadi heran, orang-orang yang berbicara itu adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi, bahkan sangat tinggi tapi ternyata jauh sekali dari nilai-nilai keimanan. Sebenarnya kita tidak akan menjadi heran jika kita menjadikan shalatnya sebagai parameter penilaian.  </mop>

Allahua’lam🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: