Posted by: calakan | December 1, 2010

Qur’an of The Day : Surat Yunus ayat 15

Allah SWT berfirman dalam surat Yunus ayat 15:
Audzubillah himinasyaitonirrajim, Bismillahirrahmanirrahiim,

15. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami dengan jelas orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata, ” Datangkanlah kita selain al-Qur’an ini atau gantilah.”  Katakanlah (Muhammad), “Tidaklah pantas bagiku menggantinya atas kemauanku sendiri. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Aku benar-benar takut akan adzab hari yang besar (kiamat) jika mendurhakai Rabbku.”

Asbabun Nuzul

Mujahid berkata, ” Ayat ini turun mengenai kaum musyrikin Mekah. Menurut al-Kalabi, ayat ini turun mengenai orang-orang yang melecehkan (al-Qur’an). Mereka berkata, “Wahai Muhammad, datangkanlah al-Qur’an yang lain, karena isinya bermasalah”

Prof. Dr Wahbah Zuhaili menafsirkan ayat ini sebagai berikut :

15. Ketika ayat-ayat al-Qur’an yang mengukuhkan tauhid dan membatalkan kemusyrikan dibacakan kepada kaum musyrikin, maka mereka yang tidak menginginkan perjumpaan dengan Kami dan mengingkari hari yang dijanjikan berkata, “Gantilah seluruh al-Qur’an yang telah mencela tuhan-tuhan kami dan menghina berhala ini dengan al-Qur’an yang lain. Atau,  gantilah olehmu dengan aturan yang sejalan dengan tujuan kami dan tidak mencela tuhan-tuhan kami.” Wahai Rasulullah katakanlah, ” Tidak sah dan tidak halal bagiku untuk merubahnya atas inisiatif dan kemauanku sendiri. Sebab, ia adalah firman dan wahyu Allah. Hanya Allah yang berwenang memerintahkan untuk mengubahnya. Tugasku hanya menyampaikan isi wahyu tersebut. Sungguh, aku takut adzab pada Hari Kiamat nanti jika aku mengubah perintah  atau wahyu-Nya.” Ini adalah jawaban pertama atas permintaan menyelewengkan dan mengubah al-Qur’an : dengan jawaban yang simpel dan ringkas.

<mop>Saat ini ada sebagian orang yang sifatnya mirip dengan kaum musyrikin Mekah saat itu, mereka berupaya mendekonstruksi al-Qur’an dan mengatakan al-Qur’an sudah tidak sesuai zaman, tafsir-tafsir dari ulama salaf yang shahih pun mereka pertanyakan tanpa hujjah yang kuat. Mereka mengadopsi metode penafsiran kaum kufar untuk diterapkan padahal kaum muslim telah memiliki metode sendiri yang lebih akurat dan teruji secara ilmiah.  Metode penafsiran yang mengikuti hawa nafsu mereka lebih sukai daripada metode yang dipenuhi kejujuran.

Jika diperhatikan lebih jauh lagi, mereka-mereka yang mengharapkan dekonstruksi al-Qur’an adalah mereka yang amalan jauh dari nilai-nilai islami. Bagaimana mereka hendak menafsirkan al-Qur’an bahkan untuk menjaga shalat lima waktunya saja tidak becus? Allahua’lam…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: