Posted by: calakan | December 9, 2010

Qur’an of The Day : Surat Hud ayat 69-76

Allah SWT berfirman dalam surat Hud 69-76:
Audzubillah himinasyaitonirrajim, Bismillahirrahmanirrahiim,

69. Dan para utusan Kami (para malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, Selamat” Dia (Ibrahim) menjawab “Selamat (atas kalian).” Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.

70. Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata, “Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Luth.”

71. Dan istrinya berdiri lalu tersenyum. Maka Kami sampaikan kabar gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan setelah Ishaq (akan lahir) Ya’qub.

72. Dia (istrinya) berkata, “Sungguh ajaib, mungkinkah aku akan melahirkan anak padahal aku sudah tua, dan suamiku ini sudah sangat tua? ini benar-benar sesuatu yang ajaib.”

73. Mereka (para malaikat) berkata, ” Mengapa engkau merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat dan berkah Allah, dicurahkan kepada kalian, wahai Ahli Bait, sesungguhnya Allah Maha terpuji, Maha Pengasih.”

74. Maka ketika rasa takut hilang dari Ibrahim dan kabar gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (para malaikat) Kami tentang kaum Luth.

75.  Ibrahim sungguh penyantun, lembut hati dan suka kembali (kepada Allah)

76. Wahai Ibrahim, tinggalkanlah (perbincangan) ini, sungguh ketetapan Rabbmu telah datang, dan mereka itu akan ditimpa adzab yang tidak dapat di tolak

Prof. Dr. Wahbah Zuhaili menafsirkan ayat-ayat ini sebagai berikut :

69. Para malaikat datang kepada Ibrahim membawa berita gembira tentang kelahiran seorang anak : Ishaq. Mereka mengucapkan “Selamat bagimu.” Ibrahim menjawab, “Selamat bagi kalian.” Kemudian Ibrahim pergi sejenak  kemudian datang membawa daging anak lembu yang sudah dipanggang diatas batu, yang dipanaskan dengan api. Ini merupakan hidangan  panggang yang paling lezat.

70. Ketika Ibrahim melihat mereka tidak menyentuh hidangan tersebut, dia memandang aneh dan menaruh curiga bahwa mereka hendak bermaksud jahat, sebagaimana biasa terjadi. Dia mulai merasa takut. Mereka berkata kepada Ibrahim, “Jangan takut. Kami adalah para malaikat yang diutus untuk mengadzab kaum Luth.”

71. Istrinya, Sarah berdiri dibalik tirai mendengarkan perbincangan mereka sambil memberi pelayanan kepada para malaikat tersebut. Lalu dia tersenyum khas dengan hilangnya rasa takut itu.  Kami (Allah) sampaikan kabar gembira kepadanya lewat lisan malaikat tentang kelahiran seorang anak : Ishaq. Kami berikan pula kepadanya, setelah Ishaq, seorang cucu : Ya’qub.

72. Istrinya berkata, “Sungguh ajaib! Bagaimana mungkin aku bisa melahirkan seorang anak padahal aku sudah renta dan berusia diatas sembilan puluh tahun. Sementara itu, suamiku keadaannya sudah sangat tua, usianya telah mencapai seratus tahun.” Berita gembira ini benar-benar suatu yang aneh karena anak terlahir dari pasangan yang sudah tua renta. Itu jika menurut kebiasaan yang sudah lazim, tidak menilik pada kodrat Ilahi

73. Para malaikat itu berkata, “Apakah kamu merasa heran dengan kodrat Allah, ketentuan dan hikmah-Nya? Engkau berasal dari keluarga Nabi yang sudah jelas bagimu bahwa ini merupakan ketentuan Allah. Wahai keluarga nabi (keluarga Ibrahim), rahmat dan nikmat Allah yang agung dilimpahkan kepada kalian. Allah Maha Terpuji ketentuan-Nya; Mahabaik, dan Maha Pemberi anugerah; Mahaagung, dan Mahamulia.

74. Ketika Ibrahim tidak merasa takut lagi karena mengetahui bahwa mereka adalah malaikat dan membawa kabar gembira tentang kelahiran Ishaq, maka dia mulai berdiskusi dengan para utusan Kami tersebut tentang kaum Luth. Dia meminta penangguhan adzab terhadap mereka denga harapan mereka mau beriman

75. Ibrahim sangat penyabar, tidak terburu-buru untuk meminta adzab, banyak mengiba dan merendah kepada Allah, takut kepada-Nya dan mengkhawatirkan manusia, serta selalu mengembalikan segala urusan kepada Allah.

76. Para malaikat berkata, “Wahai Ibrahim, tak usah memperdebatkan urusan yang sudah ditetapkan Allah ini. Rabbmu telah memerintahkan kami untuk mengadzab mereka. Dia lebih tahu tentang ihwal mereka. Adzab pasti datang menimpa mereka tanpa bisa ditolak, dihindarkan dengan bantahan, ditangguhkan dengan doa, atau selainnya.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: