Posted by: calakan | December 12, 2010

Qur’an of The Day : Surat Yusuf

Pada Qur’an of The Day sebelumnya disebutkan keistimewaan Surat Yusuf sebagai kisah terbaik, bukti bagi orang yang bertanya,  pelajaran bagi orang yang berakal, dan sebagai pembenaran kitab samawiyah yang diturunkan sebelumnya. Oleh sebab itu Saya memutuskan untuk memuat tafsir Surat Yusuf ini seluruhnya, tentu saja tidak satu hari semua ayat tapi dicicil perhari.

Melanjutkan QUoTeD sebelumnya….

Allah SWT berfirman dalam surat Yusuf 4-6:
Audzubillah himinasyaitonirrajim, Bismillahirrahmanirrahiim,

4. (Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku, sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan, kulihat semuanya sujud padaku.”

5. Dia (ayahnya) berkata, ” Wahai anakku, janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sungguh , setan itu musuh yang jelas bagi manusia

6. Dan demikianlah, Rabb memilih engkau (untuk menjadi nabi) dan mengajarkan kepadamu sebagian dari takwil mimpi dan menyempurnakan (nikmat-Nya) kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada kedua orang kakekmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishaq. Sungguh,  Rabbmu Maha Mengetahui , Mahabijaksana.”

 

Prof. Dr. Wahbah Zuhaili menafsirkan ayat-ayat di atas sebagai berikut :

4. Ingatlah ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, Ya’qub, “Wahai ayah (ya abati : mengubah ya mutakallim dengan ta untuk memanggil ayah atau ibu), aku bermimpi melihat 11 bintang, (saudara-saudaranya), matahari dan bulan (kedua orang tuanya) semua bersujud kepadaku. ” Benda-benda tersebut diberi sifat seperti orang yang berakal karena sujud yang dimaksud adalah sujud penghormatan, bukan sujud ibadah.

5. Ya’qub bin Ishaq berkata, “Anakku, jangan menceritakan ini kepada saudara-saudaramu, agar mereka tidak dengki dan membahayakanmu. Setan adalah musuh yang sangat nyata bagi manusia. Tujuan utamanya adalah menebarkan petaka di antara mereka.

6. Dengan cara seperti itulah, Allah memilihmu atas hamba yang lain untuk tugas besar. Dia mengajarkan kepadamu, sebagian takwil (tafsir) mimpi : membuka rahasia mimpi yang akan jadi kenyataan; menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu dengan kenabian dan kekuasaan. Disitu terdapat kebaikan dunia dan akhirat.  Allah menyempurnakan nikmatnya atas keturunan Ya’qub sebagaimana Dia menyempurnakan nikmat tersebut dengan kenabian kepada kedua kakekmu : Ibrahim (ketika Allah menyelamatkannya dari api, menjadikannya sebagai al-khalil, dan menjadikannya sebagai nabi serta rasul) ; Ishaq yang juga dijadikannya sebagai nabi dan rasul.  Rabbmu, Maha Mengetahui siapa yang layak untuk dipilih; Mahabijaksana dalam penciptaan dan pengurusannya. Dia meletakan sesuatu pada tempatnya.” kata alu hanya digunakan untuk keluarga orang yang agung atau panutan.

Allahua’lam…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: